Sabtu, 31 Maret 2018
Macam - Macam Kacang ( Various Kind of Beans )
1. Kacang Almond
11. Kacang Buncis
The kidney bean is a variety of the common bean (Phaseolus vulgaris). It is named for its visual resemblance in shape and colour to a kidney. Red kidney beans should not be confused with other red beans, such as adzuki beans
.
12. Kacang Tunggak
1. Kacang Almond
The almond (Prunus dulcis, syn. Prunus amygdalus) is a species of tree native to the Middle East, the Indian subcontinent and North Africa. Almond is also the name of the edible and widely cultivated seed of this tree. Within the genus Prunus, it is classified with the peach in the subgenus Amygdalus, distinguished from the other subgenera by corrugations on the shell (endocarp) surrounding the seed.
2. Kacang Brazil
The Brazil nut (Bertholletia excelsa) is a South American tree in the family Lecythidaceae, and also the name of the tree's commercially harvested edible seeds.
3. Kacang mede
Cashew nuts are commonly used in Indian cuisine, whole for garnishing sweets or curries, or ground into a paste that forms a base of sauces for curries (e.g., korma), or some sweets (e.g., kaju barfi). It is also used in powdered form in the preparation of several Indian sweets and desserts. In Goan cuisine, both roasted and raw kernels are used whole for making curries and sweets. Cashew nuts are also used in Thai and Chinese cuisines, generally in whole form. In the Philippines, cashew is a known product of Antipolo, and is eaten with suman. Pampanga also has a sweet dessert called turrones de casuy, which is cashew marzipan wrapped in white wafers. In Indonesia, roasted and salted cashew nut is called kacang mete or kacang mede, while the cashew apple is called jambu monyet (translates in English to monkey rose apple).
4. Kacang Kastanye
The chestnut (Castanea) group is a genus of eight or nine species of deciduous trees and shrubs in the beech family Fagaceae, native to temperate regions of the Northern Hemisphere.
5. Kacang Kemiri
6. Kacang Pinto
7. Kacang Tanah
Peanuts is a syndicated daily and Sunday American comic strip written and illustrated by Charles M. Schulz, which ran from October 2, 1950, to February 13, 2000, continuing in reruns afterward. The comic strip is the most popular and influential in the history of comic strips, with 17,897 strips published in all, making it "arguably the longest story ever told by one human being". At its peak in the mid to late 1960s, Peanuts ran in over 2,600 newspapers, with a readership of around 355 million in 75 countries, and was translated into 21 languages. It helped to cement the four-panel gag strip as the standard in the United States, and together with its merchandise earned Schulz more than $1 billion.
8. Kacang Merah
9. Kacang Hitam
Black beans are a food that everyone can benefit from keeping in their kitchen cabinets. And it’s easy to benefit from black beans nutrition as they are an extremely affordable source of protein, filling fiber, disease fighting antioxidants, and numerous vitamins and minerals.
10. Kacang Navy
The navy bean is a variety of the common bean (Phaseolus vulgaris) native to the Americas, where it was domesticated. It is a small, dry white bean which is smaller than many other types of white beans, and has an oval, slightly flattened shape. It features in such dishes as baked beans, and even pies, as well as in various soups such as Senate bean soup. Unlike most canned vegetables, which lose much of their nutritive value in the canning process,[better source needed] navy beans maintain their nutritive value when canned.
11. Kacang Buncis
The kidney bean is a variety of the common bean (Phaseolus vulgaris). It is named for its visual resemblance in shape and colour to a kidney. Red kidney beans should not be confused with other red beans, such as adzuki beans
12. Kacang Tunggak
13. Kacang Kedelai
14. Kacang Hijau
15. Kacang Pistachio
16. Kacang Polong
17. Kacang Garbanzo
18. Kacang Lima
19. Kacang Fava
20. KacangMacadamia
Rabu, 08 November 2017
langkah-langkah utama pelaksanaan program keamanan
Aset Sistem Informasi
harus dilindungi melalui sistem keamanan yang baik. Sebut dan jelaskan
langkah-langkah utama pelaksanaan program keamanan
1.
Prepare a project plan merupakan
perncanaan proyek untuk tinjauan keamanan. meliputi;
a. Tujuan
Review
b. Ruang
Lingkup (Scope) Review
c. Tugas
yang harus dipenuhi
d. Organisasi
dari Tim Proyek
e. Sumber
Anggaran (Pendanaan) dan
f.
Jadwal untuk Menyelesaikan Tugas
2.
identify assets atau identifikasi
kekayaan, meliputi beberapa kategori asset, yaitu:
a. Personnel
(end users, analyst, programmers, operators, clerks, Guards)
b. Hardware
(Mainfarme, minicomputer, microcomputer, disk, printer,
communication lines, concentrator, terminal)
communication lines, concentrator, terminal)
c. Fasilitas
(Furniture, office space, computer rrom, tape storage rack)
d. Dokumentasi
(System and program doc.,database doc.,standards plans,
insurance policies, contracts)
insurance policies, contracts)
e. Persediaan (Negotiable instrument, preprinted
forms, paper, tapes, cassettes)
f.
Data/Informasi (Master files, transaction
files, archival files)
g. Software
Aplikasi (Debtors, creditors, payroll, bill-of-materials, sales, inventory)
h. Sistem
Software (Compilers, utilities, DBMS, OS, Communication Software,
Spreadsheets)
Spreadsheets)
3.
value assets atau penilaian kekayaan.
Parker
merupakan
cara penilaian atas kekayaan yang hilang (lost), waktu periode untuk
perhitungan atas hilangnya kekayaan, dan umur asset.
4.
Identity threats atau identifikasi
ancaman-ancaman,
Sumber ancaman External :
a. Nature
/ Acts of God
b. H/W Suppliers
c. S/W
Suppliers
d. Contractors
e. Other
Resource Suppliers
f.
Competitors (sabotage, espionage,
lawsuits, financial distress through
fair or unfair competition)
fair or unfair competition)
g. Debt
and Equity Holders
h. Unions
(strikes, sabotage,harassment)
i.
Governments
j.
Environmentalist (Harassment (gangguan),
unfavorable publicity)
k. Criminals/hackers
(theft, sabotage, espionage, extortion)
Sumber ancaman Internal :
a. Management,
contoh kesalahan dalam penyediaan sumber daya, perencanaan dan control yang
tidak cukup.
b. Employee,
contoh Errors, Theft (pencurian), Fraud (penipuan), sabotase,
extortion (pemerasan), improper use of service (penggunaan layanan yg tidak sah)
extortion (pemerasan), improper use of service (penggunaan layanan yg tidak sah)
c. Unreliable
system, contoh Kesalahan H/W, kesalahan S/W, kesalahan fasilitas.
d. assess
likehood or threats atau penilaian kemungkinan ancaman.
e. analysize
exposure.
Tahap analisis ekspose terdiri dari 4
tugas yaitu :
a. Identification
of the controls in place
b. Assessment
of the reliability of the controls in place
c. Evaluation
of the likelihood that a threat incident will be successful
d. Assess
the resulting loss if the threat is successful
e. Ajust
Contols
f.
Prepare Security Report
Untuk mengamankan sustu Sistem Informasi menurut anda apa saja yang perlu dilindungi?
http://studentsite.gunadarma.ac.id/index.php/blog/index/wartawarga
Untuk
mengamankan sistem informasi menurut saya sama seperti yang ada pada materi
yaitu Aset Fisik dan Aset Logika.
Aset fisik yaitu :
a. Personel
b. Hardware
c. Fasilitas
d. Dokumentasi
e. Supplies
Aset Login yaitu :
a. Data / Informasi
b. Software
Dan beberapa perlindungan lain diantaranya:
Dan beberapa perlindungan lain diantaranya:
Ø Network Security : selain aset kita juga harus melindungi keamaan informasi terhadap jaringan internetnya sehingga jaringannya dapat dikendalikan
Ø Alat : pastikan tools yang digunakan juga aman
Ø Operation security : keamaan informasi yang memfokuskan pada keamanaan personal
Ø Communication security : kemanan dalam keorganisasian agar berjalan lancar
Ø Physical Security : kemanan yang memfokuskan pada strategi keamanan individu atau anggota
Rabu, 04 Januari 2017
Flowchart e-KTP
KaRtu
Tanda Penduduk Elektronik atau electronic
– KTP (e-KTP) adalah Kartu tanda penduduk (KTP) yang dibuat secara elektronik,dalam artian baik dari segi
fisik maupun penggunaanya berfungsi secara komputerisasi. Program e-KTP diluncurkan oleh kementrian Dalam
Negeri Republik Indonesia pada bulan Februari 2011,dimana pelaksanaanya terbagi
menjadi 2 tahap. Tahap pertama dimulai pada tahun 2011 dan berakhir pada 30 April
2012 yang mencangkup 67 juta penduduk di 2348 kecamatan dan 197 kabupaten/kota
lainnya di Indonesia. Secara keseluruhan pada akhir 2012 ditargetkan setidaknya
172 juta penduduk sudah memiliki e-KTP.
Secara
sederhana e-KTP berasal dari kata electronic-KTP yang mana fungsinya
sebagaimana awalnya yaitu untuk kartu kependudukan warga negara Indonesia,namun
KTP elektronik ini memuat sistem keamanan / pengendalian baik
dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada basisi
data kependudukan nasional.
Fungsi
e-KTP:
- Sebagai identitas diri.
- Berlaku nasioanal,sehingga tidak perlu lagi membuat KTP lokal untuk pengurusan izin,pembukaan rekening bank,dan sebagainya.
- Mencegah KTP ganda dan pemalsuan KTP.
- Terciptanya keakuratan data penduduk untuk mendukung program pembangunan.
Format
e-KTP
Struktur
e-KTP terdiri dari sembilan layer
yang akan meningkatkan pengamanan dari KTP konvensional. Chip ditanam diantara
plastik putih dan transparan pada dua
layer teratas. Chip ini memiliki antena didalamnya yang akan mengeluarkan
gelombang jika digesek,gelombnag inilah yang akan dikenali oleh alat pendeteksi
e-KTP,sehingga dapat diketahui apakah
KTP tersebut berada di tangan orang yang benar atau tidak. Untuk menciptakan e-KTP dengan sembilan layer,tahap pembuatannya
cukup banyak,diantaranya :
- Hole Punchung,yaitu melubangi kartu sebagai tempat meletakkan chip.
- Pick and Pressure,yaitu menempatkan chip dikartu.
- Implanter,yaitu pemasangan antena.
- Printing,yaitu pencetakan kartu.
- Spot Welding,yaitu pengepresan kartu dengan aliran listrik.
- Laminiting,yaitu penutupan kartu dengan plastik pengaman.
e-KTP dilindungi
dengan keamanan pencetakan seperti relief text,microtext,filter
image,invisible link dan warna yang berpendar di bawah sinar ultra violet serta anti copy design. Penyimpanan data di dalam chip sesuai dengan Standar Internasional
NISTIR 7123 dan Machine Readable Travel Documents ICAO 9303 serta EU Passport
Specification 2006. Bentuk KTP elektronik
sesuai dengan ISO 7810 dengan format seukuran kartu kredit yaitu 53,98 mm x
85,60 mm.
Flowchart pembuatan e-KTP
Algoritma Prosedur Pembuatan e-KTP
- Kantor kelurahan mendapat pemberitahuan bahwa warganya diwajibkan untuk membuat surat elektronik KTP atau e-KTP
- Kantor kelurahan menyerahkan surat tersebut kepada RT/ RW agar disampaikan kepada warga
- RT/ RW menjalan amanah yang diberikan oleh kantor kelurahan
- Warga datang ketempat pelayanan atau biasanya kantor kelurahan / keceamtan dengan membawa surat panggilan
- Warga menunggu pemanggilan nomor antrean.
- Warga menuju loket yang telah ditentukan ketika nomor antrean dipanggil.
- Petugas melakukan verifikasi data penduduk
- Petugas mengambil foto untuk pembuatan e-KTP
- Petugas meminta warga untuk membubuhkan tanda tangan apada alat perekam tanda tangan
- Warga diminta melakukan sidik jari dan perekaman retina mata
- Petugas memberitahu warga bahwa e-KTP akan jadi beberapa hari lagi.
- Warga mendapat e-KTP
Narasi
Warga yang sudah diberitahu mengenai
pembuatan e-KTP yang melalui
perantara RT atau RW dari kantor kelurahan datang ke kecamatan atau kelurahan
dengan membawa surat pemberitahuan yang terlebih sebelumnya telah diberikan
oleh RT atau RW. Warga yang telah sampai kemudian mengantri pada counter atau loket yang sudah tersedia
untuk mengambil nomor antrian dan menunggu giliran pembuatan KTP. Setelah nomor
dipanggil oleh petugas warga menuju ke
loket untuk melakukan verifikasi data penduduk sekaligus menyerahkan nomor
antrian,warga akan melakukan beberapa proses jika data sudah dianggap valid,beberapa
proses untuk membuat e-KTP seperti
mengambilan foto,melakukan tanda tangan digital,perekaman sidik jari dan retina
mata. Kemudian petugas akan memberitahukan bahwa e-KTP akan selesai dalam kurun waktu yang telah ditentukan,maka
warga akan mendapatkan e-KTP.
Flowchart
sistem kerja e-KTP
Algoritma sistem kerja e-KTP
1. Warga
meletakkan e-KTP pada alat scanner yang telah tersedia
2. Proses
scanner dilakukan
3. Data
dalam e-KTP dicocokkan dengan
database kependudukan
4. Database
kependudukan mengirimkan informasi bahwa data valid atau tidak
5. Jika
valid maka dilakukan proses validasi
sidik jari kanan
6. Jika
sidik jari kanan dinyatakan kurang efektif maka dilakukan pengambilan data
sidik jari kiri
7. Pengambilan
data yang kedua yaitu retina mata
8. Kemudian
pencocokan NIK ( Nomor Induk Kependudukan)
9. Jika
NIK berganda maka dilakukan pengecekan ulang,jika tidak maka pembuatan e-KTP
berhasil
Narasi sistem kerja e-KTP
Warga yang telah membuat e-KTP ingin mengetahui bagaimana cara
kerja e-KTP tersebut,apakah yang
membedakan dengan KTP yang sudah ada. Maka petugas akan menjelaskan bahwa e-KTP yang sudah dibuat diletakkan pada
mesin scanner yang telah
tersedia,mesin scanner tersebut
kemudian membaca data yang ada pada e-KTP
yaitu data kependudukan yang sebelumnya telah ada adalam database,kemudian database
mengirimkan informasi bahwa data telah cocok sehingga dilakukan pengecak ulang
sidik jari yang telah dibuat,dimana warga melalukan scanner pada sidik jari tangan kanan,jika dianggap tangan kanan
meliliki sidik jari yang lemah maka digunakan tangan kiri untuk data sidik jari
warga. Setelah itu dilakukan pencocokan retina mata yang mana sebelumnya telah
dilakukan oleh warga,jika valid maka
pencocokan data selanjutnya yaitu NIK (Nomor Induk Kependudukan). Dimana jika
ternyata terdapat NIK yang ganda maka petugas akan melakukan pengecekan data kependudukan
kembali namun jika NIK tersebut tunggal atau tidak ada yang yang memakainya
lagi maka e-KTP berhasil dibuat.
tugas softkill dengan citta ayu k.l
tugas softkill dengan citta ayu k.l
Minggu, 20 November 2016
"“SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT TANAMAN PADI BERBASIS WEB DENGAN FORWARD DAN BACKWARD CHAINING”
review jurnal :
Bidang yang Sedang Dikembangkan dalam jurnal ini
mengenai pengembangan web dengan sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit
tanaman padi,sistem pakar yang digunakan dalam web ini menggunakan basis aturan
atau rule based reasoning,yang mana sistem
ini menggunakan cara untuk menyimpan dan
memanipulasi pengetahuan untuk diwujudkan dalam suatu informasi yang dapat
membantu dalam menyelesaikan masalah. Fungsi
dari sistem pakar ini bukan semata – mata untuk menggantikan para ahli tanaman ,namun
membantu para ahli tersebut untuk mendiagnosa penyakit tanaman melalui gejala –
gejala yang nantikan akan diinput oleh para petani,yang mana hasil analisis data
ini digunakan metode forward dan backward chaining,serta penggunaan DAD dalam
bidang penelitian lebih lanjut,sehingga diharapkan masalah pada tanaman padi
telah terlebihbdahulu terdeksi.
Latar belakang dalam masalah ini adalah para
petani yang merasa kesulitan untuk mengatasi kerusakan tanaman padi
mereka,dikarenakan para pakar pertanian yang terbatas dan berbagai kendala
seperti jauhnya jarak ke dinas pertanian,biaya,kurangnya pengetahuan dan
sosialisasi,dan ketidaktahuan petani akan dampak buruk yang terjadi jika
membiarkan tanaman padi mereka tanpa memikirkan resiko yang nanti bisa terjadi
sehingga ketika penyakit tanaman padi mereka sudah sulit untuk diatasi dan
menyebabkan gagal panen para petani ini baru melapor kepada ahli pakar
pertanian. Hal semacam ini sangat sering terjadi,oleh karena sistem pakar berbasis
web diharapkan membantu (tanoa mengganti) peran para pakar pertanian.
Sehingga untuk mengatasi masalah tersebut
dibuatlah web ini yang mana diharapkan memberi solusi dari masalah tersebut, Solusi
yang dihasilkan adalah dibuatnya sistem pakar denagn berbasis web dengan menggunakan
basis aturan (rule based reasoning) denga metode inferensi forward dan backward
chaining,yang mana para petani cukup memiliki data yang berupa gejala – gejala
pada tanaman padi mereka,disinilah terjadi proses input,para petani cukup
membuka web yang cukup mudah dengan menggunakan berbagai browser,kemudian
petani nantinya akan disuguhkan tampilan mengenai gejala penyakit,lalu mengklik
apa saja gejala yang terjadi pada tanaman mereka yang dapat dipilih lebih dari
satu,selanjutnya terjadilah proses analisa
dengan mendiagnosa jenis penyakit yang memiliki gejala terpilih sesuai
basis pengetahuan pada sistem pakar,selanjutkan terjadi proses perhitunagn
untuk mendapat prosentase kecocokan antara
jenis gejala dengan basis pengetahuan sistem pakar,proses yang terakhir
adalah web akan menghasilkan output yang berupa hasil analisa,gejala penyaki
yang mendukung,dan pengendalian teknis.
Critical
thingking
Kelebihan:
- · Sistem pakar yang berbasis web sehingga dapat diakses oleh semua petani
- · Penggunaaan forward dn backward chaining sehingga terjadi kesingkronanisasian hasil analisa
- · Penggunaan persentase untuk menghasilkan analisa
- · Pemilihan lebih dari satu gejala akan membuat pendekatan terhadap suatu gejala semakin jelas
- · Hasil analisis yang juga menyidiakan solusi
Kekurangan
- · Banyaknya gejala penyakit yang sama pada beberapa nama penyakit membuat hasil diagnosa awal memiliki lebih dari satu hasil
- · Kemungkinan kesamaan persentase bisa yang bisa terjadi
- · Kurang spesifiknya pilihan gejala penyakit yang ditampilkan
- · Kurangnya informasi mengenai solusi yang harus diakukan petani.
sumber :http://www.journal.uad.ac.id/index.php/TELKOMNIKA/article/viewFile/593/402
Langganan:
Postingan (Atom)





















