Rabu, 08 November 2017

langkah-langkah utama pelaksanaan program keamanan



Aset Sistem Informasi harus dilindungi melalui sistem keamanan yang baik. Sebut dan jelaskan langkah-langkah utama pelaksanaan program keamanan
1.      Prepare a project plan merupakan perncanaan proyek untuk tinjauan keamanan. meliputi;
a.       Tujuan Review
b.      Ruang Lingkup (Scope) Review
c.       Tugas yang harus dipenuhi
d.      Organisasi dari Tim Proyek
e.       Sumber Anggaran (Pendanaan) dan
f.        Jadwal untuk Menyelesaikan Tugas

2.      identify assets atau identifikasi kekayaan, meliputi beberapa kategori asset, yaitu:
a.       Personnel (end users, analyst, programmers, operators, clerks, Guards)
b.      Hardware (Mainfarme, minicomputer, microcomputer, disk, printer,
communication lines, concentrator, terminal)
c.       Fasilitas (Furniture, office space, computer rrom, tape storage rack)
d.      Dokumentasi (System and program doc.,database doc.,standards plans,
insurance policies, contracts)
e.        Persediaan (Negotiable instrument, preprinted forms, paper, tapes, cassettes)
f.        Data/Informasi (Master files, transaction files, archival files)
g.      Software Aplikasi (Debtors, creditors, payroll, bill-of-materials, sales, inventory)
h.      Sistem Software (Compilers, utilities, DBMS, OS, Communication Software,
Spreadsheets)
3.      value assets atau penilaian kekayaan. Parker
merupakan cara penilaian atas kekayaan yang hilang (lost), waktu periode untuk perhitungan atas hilangnya kekayaan, dan umur asset.

4.      Identity threats atau identifikasi ancaman-ancaman,
Sumber ancaman External :
a.       Nature / Acts of God
b.       H/W Suppliers
c.       S/W Suppliers
d.      Contractors
e.       Other Resource Suppliers
f.        Competitors (sabotage, espionage, lawsuits, financial distress through
fair or unfair competition)
g.      Debt and Equity Holders
h.      Unions (strikes, sabotage,harassment)
i.        Governments
j.        Environmentalist (Harassment (gangguan), unfavorable publicity)
k.      Criminals/hackers (theft, sabotage, espionage, extortion)
Sumber ancaman Internal :
a.       Management, contoh kesalahan dalam penyediaan sumber daya, perencanaan dan control yang tidak cukup.
b.      Employee, contoh Errors, Theft (pencurian), Fraud (penipuan), sabotase,
extortion (pemerasan), improper use of service (penggunaan layanan yg tidak sah)
c.       Unreliable system, contoh Kesalahan H/W, kesalahan S/W, kesalahan fasilitas.
d.      assess likehood or threats atau penilaian kemungkinan ancaman.
e.       analysize exposure.
Tahap analisis ekspose terdiri dari 4 tugas yaitu :
a.       Identification of the controls in place
b.      Assessment of the reliability of the controls in place
c.       Evaluation of the likelihood that a threat incident will be successful
d.      Assess the resulting loss if the threat is successful
e.       Ajust Contols
f.        Prepare Security Report


Untuk mengamankan sustu Sistem Informasi menurut anda apa saja yang perlu dilindungi?

http://studentsite.gunadarma.ac.id/index.php/blog/index/wartawarga




Untuk mengamankan sistem informasi menurut saya sama seperti yang ada pada materi yaitu Aset Fisik dan Aset Logika.


Aset fisik yaitu :
a.       Personel
b.      Hardware
c.       Fasilitas
d.      Dokumentasi
e.       Supplies

Aset Login yaitu :
a.       Data / Informasi
b.      Software


Dan beberapa perlindungan lain diantaranya:
Ø  Network Security : selain aset kita juga harus melindungi keamaan informasi terhadap jaringan internetnya sehingga jaringannya dapat dikendalikan
Ø  Alat : pastikan tools yang digunakan juga aman
Ø  Operation security : keamaan informasi yang memfokuskan pada keamanaan personal
Ø  Communication security : kemanan dalam keorganisasian agar berjalan lancar
Ø  Physical Security : kemanan yang memfokuskan pada strategi keamanan individu atau anggota 





Rabu, 04 Januari 2017

Flowchart e-KTP



KaRtu Tanda Penduduk Elektronik atau electronic – KTP (e-KTP) adalah Kartu tanda penduduk (KTP) yang dibuat secara elektronik,dalam artian baik dari segi fisik maupun penggunaanya berfungsi secara komputerisasi. Program e-KTP diluncurkan oleh kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia pada bulan Februari 2011,dimana pelaksanaanya terbagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama dimulai pada tahun 2011 dan berakhir pada 30 April 2012 yang mencangkup 67 juta penduduk di 2348 kecamatan dan 197 kabupaten/kota lainnya di Indonesia. Secara keseluruhan pada akhir 2012 ditargetkan setidaknya 172 juta penduduk  sudah memiliki e-KTP.

Secara sederhana e-KTP berasal dari kata electronic-KTP yang mana fungsinya sebagaimana awalnya yaitu untuk kartu kependudukan warga negara Indonesia,namun KTP elektronik ini  memuat sistem keamanan / pengendalian baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada basisi data kependudukan nasional.

Fungsi e-KTP:
  • Sebagai identitas diri.
  • Berlaku nasioanal,sehingga tidak perlu lagi membuat KTP lokal untuk pengurusan izin,pembukaan rekening bank,dan sebagainya.
  • Mencegah KTP ganda dan pemalsuan KTP.
  • Terciptanya keakuratan data penduduk untuk mendukung program pembangunan.


Format e-KTP
Struktur e-KTP terdiri dari sembilan layer yang akan meningkatkan pengamanan dari KTP konvensional. Chip ditanam diantara plastik putih dan transparan  pada dua layer teratas. Chip ini memiliki antena didalamnya yang akan mengeluarkan gelombang jika digesek,gelombnag inilah yang akan dikenali oleh alat pendeteksi e-KTP,sehingga dapat diketahui apakah KTP tersebut berada di tangan orang yang benar atau tidak. Untuk menciptakan e-KTP dengan sembilan layer,tahap pembuatannya cukup banyak,diantaranya :
  • Hole Punchung,yaitu melubangi kartu sebagai tempat meletakkan chip.
  • Pick and Pressure,yaitu menempatkan chip dikartu.
  • Implanter,yaitu pemasangan antena.
  • Printing,yaitu pencetakan kartu.
  • Spot Welding,yaitu pengepresan kartu dengan aliran listrik.
  • Laminiting,yaitu penutupan kartu dengan plastik pengaman.

e-KTP dilindungi dengan keamanan pencetakan seperti relief text,microtext,filter image,invisible link dan warna yang berpendar di bawah sinar ultra violet serta anti copy design. Penyimpanan data di dalam chip sesuai dengan Standar Internasional NISTIR 7123 dan Machine Readable Travel Documents ICAO 9303 serta EU Passport Specification 2006. Bentuk KTP elektronik sesuai dengan ISO 7810 dengan format seukuran kartu kredit yaitu 53,98 mm x 85,60 mm.

Flowchart pembuatan e-KTP



Algoritma Prosedur Pembuatan e-KTP
  1. Kantor kelurahan mendapat pemberitahuan bahwa warganya diwajibkan untuk membuat surat elektronik KTP atau e-KTP
  2. Kantor kelurahan menyerahkan surat tersebut kepada RT/ RW agar disampaikan kepada warga
  3. RT/ RW menjalan amanah yang diberikan oleh kantor kelurahan
  4. Warga datang ketempat pelayanan atau biasanya kantor kelurahan / keceamtan dengan membawa surat panggilan
  5. Warga menunggu pemanggilan nomor antrean.
  6. Warga menuju loket yang telah ditentukan ketika nomor antrean dipanggil.
  7. Petugas melakukan verifikasi data penduduk
  8. Petugas mengambil foto untuk pembuatan e-KTP
  9. Petugas meminta warga untuk membubuhkan tanda tangan apada alat perekam tanda tangan
  10. Warga diminta melakukan sidik jari dan perekaman retina mata
  11. Petugas memberitahu warga bahwa e-KTP akan jadi beberapa hari lagi.
  12.  Warga mendapat e-KTP


Narasi
            Warga yang sudah diberitahu mengenai pembuatan e-KTP yang melalui perantara RT atau RW dari kantor kelurahan datang ke kecamatan atau kelurahan dengan membawa surat pemberitahuan yang terlebih sebelumnya telah diberikan oleh RT atau RW. Warga yang telah sampai kemudian mengantri pada counter atau loket yang sudah tersedia untuk mengambil nomor antrian dan menunggu giliran pembuatan KTP. Setelah nomor dipanggil oleh petugas warga  menuju ke loket untuk melakukan verifikasi data penduduk sekaligus menyerahkan nomor antrian,warga akan melakukan beberapa proses jika data sudah dianggap valid,beberapa proses untuk membuat e-KTP seperti mengambilan foto,melakukan tanda tangan digital,perekaman sidik jari dan retina mata. Kemudian petugas akan memberitahukan bahwa e-KTP akan selesai dalam kurun waktu yang telah ditentukan,maka warga akan mendapatkan e-KTP.

Flowchart sistem kerja e-KTP




Algoritma sistem kerja e-KTP
1.      Warga meletakkan e-KTP pada alat scanner yang telah tersedia
2.      Proses scanner dilakukan
3.      Data dalam e-KTP dicocokkan dengan database kependudukan
4.      Database kependudukan mengirimkan informasi bahwa data valid atau tidak
5.      Jika valid maka dilakukan proses validasi sidik jari kanan
6.      Jika sidik jari kanan dinyatakan kurang efektif maka dilakukan pengambilan data sidik jari kiri
7.      Pengambilan data yang kedua yaitu retina mata
8.      Kemudian pencocokan NIK ( Nomor Induk Kependudukan)
9.      Jika NIK berganda maka dilakukan pengecekan ulang,jika tidak maka pembuatan e-KTP berhasil
Narasi sistem kerja e-KTP
            Warga yang telah membuat e-KTP ingin mengetahui bagaimana cara kerja e-KTP tersebut,apakah yang membedakan dengan KTP yang sudah ada. Maka petugas akan menjelaskan bahwa e-KTP yang sudah dibuat diletakkan pada mesin scanner yang telah tersedia,mesin scanner tersebut kemudian membaca data yang ada pada e-KTP yaitu data kependudukan yang sebelumnya telah ada adalam database,kemudian database mengirimkan informasi bahwa data telah cocok sehingga dilakukan pengecak ulang sidik jari yang telah dibuat,dimana warga melalukan scanner pada sidik jari tangan kanan,jika dianggap tangan kanan meliliki sidik jari yang lemah maka digunakan tangan kiri untuk data sidik jari warga. Setelah itu dilakukan pencocokan retina mata yang mana sebelumnya telah dilakukan oleh warga,jika valid maka pencocokan data selanjutnya yaitu NIK (Nomor Induk Kependudukan). Dimana jika ternyata terdapat NIK yang ganda maka petugas akan melakukan pengecekan data kependudukan kembali namun jika NIK tersebut tunggal atau tidak ada yang yang memakainya lagi maka e-KTP berhasil dibuat.


tugas softkill dengan citta ayu k.l


Minggu, 20 November 2016

"“SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT TANAMAN PADI BERBASIS WEB DENGAN FORWARD DAN BACKWARD CHAINING”

review jurnal :


Bidang yang Sedang Dikembangkan dalam jurnal ini mengenai pengembangan web dengan sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit tanaman padi,sistem pakar yang digunakan dalam web ini menggunakan basis aturan atau rule based reasoning,yang mana sistem ini menggunakan cara  untuk menyimpan dan memanipulasi pengetahuan untuk diwujudkan dalam suatu informasi yang dapat membantu dalam  menyelesaikan masalah. Fungsi dari sistem pakar ini bukan semata – mata untuk menggantikan para ahli tanaman ,namun membantu para ahli tersebut untuk mendiagnosa penyakit tanaman melalui gejala – gejala yang nantikan akan diinput oleh para petani,yang mana hasil analisis data ini digunakan metode forward dan backward chaining,serta penggunaan DAD dalam bidang penelitian lebih lanjut,sehingga diharapkan masalah pada tanaman padi telah terlebihbdahulu terdeksi.

Latar belakang dalam masalah ini adalah para petani yang merasa kesulitan untuk mengatasi kerusakan tanaman padi mereka,dikarenakan para pakar pertanian yang terbatas dan berbagai kendala seperti jauhnya jarak ke dinas pertanian,biaya,kurangnya pengetahuan dan sosialisasi,dan ketidaktahuan petani akan dampak buruk yang terjadi jika membiarkan tanaman padi mereka tanpa memikirkan resiko yang nanti bisa terjadi sehingga ketika penyakit tanaman padi mereka sudah sulit untuk diatasi dan menyebabkan gagal panen para petani ini baru melapor kepada ahli pakar pertanian. Hal semacam ini sangat sering terjadi,oleh karena sistem pakar berbasis web diharapkan membantu (tanoa mengganti) peran para pakar pertanian.

Sehingga untuk mengatasi masalah tersebut dibuatlah web ini yang mana diharapkan memberi solusi dari masalah tersebut, Solusi yang dihasilkan adalah dibuatnya sistem pakar denagn berbasis web dengan menggunakan basis aturan (rule based reasoning) denga metode inferensi forward dan backward chaining,yang mana para petani cukup memiliki data yang berupa gejala – gejala pada tanaman padi mereka,disinilah terjadi proses input,para petani cukup membuka web yang cukup mudah dengan menggunakan berbagai browser,kemudian petani nantinya akan disuguhkan tampilan mengenai gejala penyakit,lalu mengklik apa saja gejala yang terjadi pada tanaman mereka yang dapat dipilih lebih dari satu,selanjutnya terjadilah proses analisa  dengan mendiagnosa jenis penyakit yang memiliki gejala terpilih sesuai basis pengetahuan pada sistem pakar,selanjutkan terjadi proses perhitunagn untuk mendapat prosentase kecocokan antara  jenis gejala dengan basis pengetahuan sistem pakar,proses yang terakhir adalah web akan menghasilkan output yang berupa hasil analisa,gejala penyaki yang mendukung,dan pengendalian teknis.

Critical thingking
Kelebihan:
  • ·         Sistem pakar yang berbasis web sehingga dapat diakses oleh semua petani
  • ·         Penggunaaan forward dn backward chaining sehingga terjadi kesingkronanisasian hasil analisa
  • ·         Penggunaan persentase untuk menghasilkan analisa
  • ·         Pemilihan lebih dari satu gejala akan membuat pendekatan terhadap suatu gejala semakin jelas
  • ·         Hasil analisis yang juga menyidiakan solusi


Kekurangan
  • ·         Banyaknya gejala penyakit yang sama pada beberapa nama penyakit membuat hasil diagnosa awal memiliki lebih dari satu hasil
  • ·         Kemungkinan kesamaan persentase bisa yang bisa terjadi
  • ·         Kurang spesifiknya pilihan gejala penyakit yang ditampilkan
  • ·         Kurangnya informasi mengenai solusi yang harus diakukan petani.









sumber :http://www.journal.uad.ac.id/index.php/TELKOMNIKA/article/viewFile/593/402

Selasa, 12 Januari 2016

ANALISA PENDAPATAN NASIONAL

A.   Analisa Pendapatan Nasional denga  perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor
Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya,manusia harus mempunyai penghasilan. Setiap penghasilan yang diterima oleh seseorang merupakan pendapatan bagi orang tersebut.Pendapatan dari orang perorang dari suatunegara akan dihitung dalam pendapatan nasional.Namun,tidak semua pendapatan yang diterima seseorang dihitung sebagai pendapatan nasional.Seorang ibu rumah tangga bekerja guna melayani keperluan rumah tangganya,seperti memasak,mencuci,dan ibu tersebut sudah menghasilkan barang berupa makanan dan jasa.Akan tetapi barang dan jasa yang dihasilkan tersebut tidak dihitung dalam pendapatan nasional karena tidak dijual kepada orang lain dan tidak mendapatkan balas jasa.Apabila ibu rumah tangga tadi membuka usaha,misalnya rumah makan atau menerima pesanan makanan untuk umum,maka balas jasa yang diterimanya dapat dihitung dalam pendapatan nasional.Seorang pelukis membuat suatu lukisan dan menjualnya kepada orang lain.Pelukis tersebut memperoleh pendapatan dari hasil penjualan produk yang dihasilkannya. Maka pendapatan pelukis ini dihitung dalam pendapatan nasional.Beberapa tahun kemudian,apabila lukisan tersebut dijual oleh orang yang membeli lukisan dari pelukis,maka hasil penjualan itu menjadi pendapatanbaginya.Akan tetapi,pendapatan itu tidak dihitung dalam pendapatan nasional,karena tidak ada produksi barang atau jasa yang dihasilkan.

B.   Model Analisis dengan Variabel Investasi Dan Tabungan
Konsumsi adalah bagian pendapatan yang dibelanjakan untuk kebutuhan konsumsi. Tabungan adalah bagian pendapatan yang tidak dikomsumsi.Jadi,besarnya pendapatan akan sama dengan besarnya konsumsi ditambah dengan tabungan (Y = C + S ).Fungsi konsumsi adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan di antara sifat konsumsi rumah tangga dalam perekonomian dan pendapatan nasional (atau pendapatandisposable) perekonomian tersebut.Fungsi tabungan adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan di antara tingkat tabungan rumah tangga dalam perekonomiandan pendapatan nasional (atau pendapatan disposable) perekonomiantersebut.Jadi,baik dalam hukum psikologi konsumsi dari Keynes dikemukakan,Setiap pertambahan pendapatan akan menyebabkan pertambahan konsumsi dan pertambahan


tabungan (saving).Apabila fungsi konsumsi dan fungsi tabungan ditulis dalam notasi fungsi, bentuk umumnya seperti berikut.

C.   Angka penggandaan
Angka pengganda atau multiplier adalah hubungan kausal antara variabel tertentu dengan variabel pendapatan nasional.  Jika angka pengganda tersebut memepunyai angka yang tinggi, maka  dengan perubahanyang terjadi pada variabel tersebut akan memengaruhi angka terhadap tingkat pendapatan nasional yang besar juga, dan sebaliknya. Perubahan pendapatan anasional itu ditunjukan oleh suatu anagka pelipat yang disebut dengan  koefisien multiplier.
Proses multiplier adalah adanya perubahan pada variabel investasi menyababkan pengeluaran agregat menjadi berubah. Namun dari keseombangan pendapatan nasional tidak sebesar pertambahan investasi tersebut.

D.   Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi,Inflasi dan Pegangguran
Jumlah orang yang menganggur adalah jumlah orang di negara yang tidak memiliki pekerjaan dan yang tersedia untuk bekerja pada tingkat upah pasar saat ini. Ini dengan mudah dapat diubah menjadi persentase dengan mengaitkan jumlah pengangguran, dengan jumlah orang dalam angkatan kerja.
Inflasi adalah kenaikan harga secara umum selama 12 bulan. Ini diukur dengan mengambil rata-rata tertimbang semua produk konsumen (tertimbang pada frquency pembelian) dan menganalisis tren harga keseluruhan. Hal ini sering disebut Indeks Harga Konsumen (CPI) atau Harmonised Indeks Harga Konsumen (HICP). Hal ini menunjukkan berapa banyak, sebagai persentase, tingkat harga umum dari semua barang-barang konsumsi telah berubah sepanjang tahun.
E.    Pengertian Uang
Uang merupakan alat tukar dan alat pembayaran yang sah. pada masa-masa sebelumnya, pembayaran dilakukan dengan cara barter, yaitu barang ditukar dengan barang secara langsung.
Pengertian uang dibagi menjadi dua, yaitu: Pengertian uang dalam ilmu ekonomi tradisional dan modern.
·         Pengertian uang dalam ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Uang seperti ini disebut Uang Barang.
·         Sedangkan dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya bahkan untuk pembayaran hutang. Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.

F.    Teori Uang dan Motif Memgang Uang

Teori uang terdiri atas dua teori, yaitu teori uang statis dan teori uang dinamis.
a. Teori uang statis
Teori Uang Statis atau disebut juga “teori kualitatif statis” bertujuan untuk menjawab pertanyaan: apakah sebenarnya uang? Dan mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu sampai beredar? Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai yang diakibatkan oleh perkembangan ekonomi.
Yang termasuk teori uang statis adalah:
·         Teori Metalisme (Intrinsik) oleh KMAPPUang bersifat seperti barang, nilainya tidak dibuat-buat, melainkan sama dengan nilai logam yang dijadikan uang itu, contoh: uang emas dan uang perak.
·         Teori Konvensi (Perjanjian) oleh Devanzati dan Montanari
·         Teori Nominalisme
Uang diterima berdasarkan nilai daya belinya.
·         Teori Negara
Asal mula uang karena negara, apabila negara menetapkan apa yang menjadi alat tukar dan alat bayar maka timbullah uang. Jadi uang bernilai karena adanya kepastian dari negara berupa undang-undang pembayaran yang disahkan.
b. Teori uang dinamis
·         Teori Kuantitas dari David Ricardo
Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengah dari semula, dan juga sebaliknya.
·         Teori Kuantitas dari Irving Fisher
Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving Fisher dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang mempengaruhi nilai uang.
·         Teori Persediaan Kas
Teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.
·         Teori Ongkos Produksi
Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.
Motif Memegang Uang
Manusia memiliki alasan masing-masing dalam memegang uang / duit dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka mau memiliki dan menyimpan uang di rumah, di bank, di dompet, di celengan, dan lain sebagainya.

1. Untuk kebutuhan Transaksi
Permintaan uang untuk transaksi dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tingkat pendapatan nasional.
2. Untuk Berjaga-Jaga
Motif ini juga dipengaruhi oleh tinggi rendahnya pendapatan nasional. Semakin tinggi pendapatan seseorang, maka tingkat kesadaran terhadap masa depan akan semakin tinggi. Kondisi masa depan yang tidak menentu akan mendorong orang untuk melakukan motif ini. Hal tersebut akan membawa kebutuhan yang semakin tinggi akan perlunya uang untuk berjaga. Secara aggregate semakin tinggi pendapatan nasional, maka kebutuhan masyarakat terhadap uang untuk berjaga-jaga juga akan semakin tinggi.

3. Untuk Mendapatkan Keuntungan / Berinvestasi
Arti spekulasi pada motif ini adalah spekulasi dalam pembelian dan penjualan surat-surat berharga. Motif ii dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Apabila tingkat suku bunga naik, maka harga surat-surat berharga akan turun. Jadi naiknya tingkat suku bunga akan menaikkan permintaan untuk spekulasi dan sebaliknya

G.   Bank Sentral dan Bank Umum
Apa itu bank sentral? Apa perbedaan antara bank sentral dan bank umu? Disini saya akan membahas mengenai apa itu bank umum dan apa itu bank sentral
Bank Sentral
Bank sentral merupakan bank yang mengatur berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dunia perbankan dan dunia keuangan disuatu Negara.
Bank sentral di Indonesia bernama Bank Indonesia yang bertugas untuk:
1)      Mengatur dan menjaga kestabilan nilai rupiah
2)      Mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna peningkatan taraf hidup rakyat
Sebagai Bank Sentral, Bank Indonesia melakukan tugas sebagai berikut:
1)      Bank Sirkulasi, yakni mempunyai hak tunggal untuk mengedarkan uang kertas dan logam sebagai alat pembayaran yang sah.
2)      Banker’snBank Bank Sentral juga dianggap sebagai Bank-nya Bank.
3)      Lender of last resort. BI dianggap juga pemberi pinjaman pada tingkat terakhir (kredit likuiditas darurat).

Bank Umum
Bank Umum merupakan bank yang bertugas melayani seluruh jasa – jasa perbankan dan melayani segenap lapisan masyarakat, baik masyarakat perorangan maupun lembaga – lembaga lainnya.
Fungsi Bank-Umum secara lengkap adalah :
1)      Mengumpulkan dana yang sementara menganggur untuk dipinjamkan pada pihak lain atau membeli surat berharga.
2)      Mempermudah dalam lalu lintas pembayaran uang.
3)      Menjamin keamanan uang sementara tidak digunakan, misalnya menghindari risiko hilang, kebakaran, dll.
4)      Menciptakan kredit, yaitu dengan cara menciptakan demand deposit dari kelebihan cadangannya.
Perbedaan Bank Sentral dan Bank Umum
Bank Sentral
1. Lembaga yang tidak mencari keuntungan
2. Kegiatan bank dikelola oleh pemerintah
3. Bertindak sebagai pengawas dan pembina bank
4. Dapat secara langsung mempengaruhi kegiatan usaha bank
5. Mengeluarkan uang kertas dan uang logam
6. Tidak memiliki saingan
7. Bertindak sebagai Lender of The Last Resort bagi perbankan
8. Tidak melayani jasa perbankan bagi individu dan perusahaan non-Lembaga Keuangan

Bank Umum
1. Merupakan badan usaha yang mencari untung
2. Umumnya secara kuantitas dimiliki dan dikelola oleh pihak swasta
3. Diawasi dan dibina oleh bank sentral
4. Kegiatan operasinya dipengaruhi oleh bank sentral
5. Hanya dapat menciptakan uang giral
6. Melakukan persaingan antar bank
7. Harus memiliki rekening pada bank sentral
8. Melayani baik pribadi maupun perusahaan (masyarakat) secara umum

H.    Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, "margin requirement", kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.
Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Apabila kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan (tindakan stabilisasi). Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil. 

Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas